Masih di awal Januari 2015, aku dan hubby mampir ke salah satu restoran
terkenal di kawasan Puncak yakni Cimory Resto. Resto ini dikenal
karena menjaul susu murni dan yoghurt yang
seger banget. Selain itu pemandangan yang di suguhkan sangat menyegarkan
mata. di kawasan Puncak terdapat dua cabang resto Cimory yaitu Cimory River
View dan Cimory Mountain View. Banyak yang bilang jika Cimory River lebih indah
pemandanganya karena yang dihadirkan pemandangan sungai sesuai dengan namanya.
Sedangkan Cimory Montain View bisa melihat hamparan gunung dari kejauhan
lengkap dengan kabutnya.
Rabu, 11 Maret 2015
Selasa, 24 Februari 2015
Wisata Puncak : Pesona Air Terjun Curug Cilember
Membuka awal tahun 2015 aku dan hubby JeJeS ... halaaah,
Jalan Jalan siang maksudnyaah menuju ke Curug Cilember. Sebagian besar orang Jakarta mungkin sudah
sering mengunjungi tempat wisata ini karena letaknya yang tidak terlalu jauh
masih di sekitaran Cisarua, Bogor. Curug adalah bahasa sunda yang artinya air
terjun. Aku sudah sering mendengar nama
Curug Cilember tapi baru kali ini bisa berkunjung kesini. Hm, rupanya tempat
ini punya kenangan untuk sahabatku Yusniarsih Wahyu Novita, karena sebelum
menikah curug Cilember ini adalah tempat pacaran ia dan suaminya ... hehe, so
sweet gak sih!
Jalan masuk menuju Curug Cilember dari pertigaan jalan raya puncak sekitar 10 km
ini berupa gang yang berkelok – kelok dan tidak terlalu lebar. Jika membawa kendaraan harus sedikit berhati –
hati agar tidak bersenggolan dengan kendaraan lain atau warga yang hilir mudik.
Di sepanjang jalan ditemukan puluhan warung dan tempat makan yang bisa jadi
pilihan untuk membeli camilan.
![]() |
| kedai makan di area parkir |
Tempat parkir di kawasan ini cukup luas dan
pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000/mobil. Menuju pintu masuk curug kami harus
berjalan sekitar 300 meter dan membayar tiket Rp 13.000/orang. Oh iya, di dalam tempat
parkir tadi terdapat kedai yang menjual makanan dan minuman tapi aku tidak
mampir sih. Di dekat pintu masuk
terdapat peta yang menjelaskan secara detail letak curug dan jenisnya. Disini juga terdapat penjual aneka makanan kecil, oleh - oleh khas bogor, penyewaan payung dan tukang ojek.
Senin, 16 Februari 2015
Wisata Kuliner Bandung : HDL 293 Cilaki
Masih di Bandung, kali ini ingin mencoba makan seafood. Menurut bisik-
bisik tetangga hihihi salah satu yang terkenal dengan kelezatanya adalah HDL
293 Cilaki. Agak aneh ya namanya? Aku juga tidak tahu apa arti dan kepanjangan
nama tersebut. Tempat makan ini ada
beberapa cabang di Bandung dan kami memilih yang berada tidak jauh dari hotel
yaitu di Jalan Diponegoro.
Entah karena weekend atau memang
setiap hari penuh, tiba di sana kami nyaris tidak mendapat tempat. Gila! Penuh bingitsss. Udah gitu ya, mungkin seluruh
karyawan sangat sibuk melayani tamu jadi tak ada satupun yang membantu kami
mencari tempat duduk. Padahal kita banyak lho dua belas orang. Setelah adik
bungsuku, Chandra muter akhirnya kami berhasil mendapat meja.
Menu di sini menjual aneka jenis
seafood seperti ikan, udang, kerang, ayam yang dibuat dengan aneka rasa. Saus tiram,
bumbu padang, lada hitam hingga goreng mentega. Kami lalu memesan sapi lada hitam, cah
kangkung, kerang dara, ayam goreng, gurame goreng udang saos padang. Proses menunggu
lumayan lama dan sangat crowded ... alias saking banyaknya pengunjung kadang
beberapa pelayan salah membawakan menu pesanan.
Wisata Kuliner Bandung : Lisung Restaurant
Pertengahan Desember tahun lalu
keluarga besar kami berkeliling kota Bandung. Hm, sebenarnya nggak keliling
juga sih karena hotel tempat kami menginap di Grand Hyatt Regency sangat nyaman
jadi enggan keluar kamar. Berangkat dari
Jakarta sekitar jam delapan pagi ( agak
kesiangan karena krucil – krucil yang
rempong dengan perkakasnya hehe ) dengan
suasana sangat cerah membuat kami yakin jalan tol sepanjang Cipularang akan
macet. Ternyata tidaaak ... wah
senangnya! Kemacetan baru di temukan saat mendekati pintu tol Pasteur.
Sepanjang pintu tol banyak penjual yang menjajakan aneka penganan khas Bandung
seperti Cimol atau Opak. Tahu opak gaak? Itu lho singkong yang diparut, diberi bumbu dan dicetak sangat tipis berbentuk lingkaran besar lalu
digoreng. Kami membeli opak seharga Rp
10.000 untuk 3 bungkus. Rasanya renyah dan gurih sangat beda dengan opak yang
biasa kutemukan di jalan Jakarta jika di gigit kudu berantem dulu karena
kerasnya.
Waktu menunjukkan pukul sebelas
siang dan perut yang cuma diganjal camilan sudah menagih makanan berat. Kami meluncur ke daerah Dago Pakar yang
terkenal dengan banyak restoran menyuguhkan pemandangan bagus. Pilihan kami
jatuh pada Lisung Restaurant yang letaknya agak jauh ke dalam. Tempat parkir
motor dan mobil dibuat terpisah dan sayangnya tidak terlalu luas. Sepertinya
jika pengunjung penuh harus siap parkir di luar resto. Tapi tenang, bapak
security siap sedia di depan dan bertugas dengan ramah mengatur lalu lalang
kendaraan.
Senin, 02 Februari 2015
Wisata Pulau Batam : Perayaan Imlek di Vihara Tua Pek Kong
Satu lagi wihara yang terkenal di
Pulau Batam yaitu Vihara Budhi Bhakti atau yang lebih dikenal vihara Tua Pek
Kong. Vihara ini sudah berdiri kurang lebih dua puluh tahun dan termasuk salah
satu vihara tertua di Batam dengan luas sekitar 650 meter persegi. Letaknya sangat
strategis di pinggir jalan dengan dua jalur di daerah Nagoya membuat Vihara ini
ramai dikunjungi pengunjung yang rutin beribadah.
Vihara ini berbeda dengan Vihara Maitreya
yang kubahas di postingan sebelumnya. Arsitektur China pada bangunan ini
terlihat jelas dengan banyaknya lampion yang tergantung di dinding ruangan. Warna
merah yang mencolok juga menjadikan Vihara ini menarik sebagai salah satu objek
pariwisata tidak hanya untuk warga lokal. Turis mancanegara dari Singapura,
Malaysia, India bahkan Jepang dan Amerika juga singgah untuk melihat.
Jumat, 30 Januari 2015
Wisata Pulau Batam : Hutan Wisata Bukit Mata Kucing
Jalan – Jalan ke hutan? Di Batam
ada juga looh hutan wisata yang bisa didatangi untuk rekreasi bersama teman dan
keluarga yang dinamakan Hutan Wisata Bukit Mata Kucing, Hutan lindung seluas
kurang lebih 200 hektar ini terletak di Jln. R.suprapto, Kecamatan Batu Aji,
Batam. Tempat ini dibuka setiap hari mulai jam 08.00 – 18.00 Wib dengan Harga
Tiket Masuk Rp 10.000/Dewasa, Rp
5.000/anak-anak. Sedangkan untuk biaya parkir dikenakan Rp 2.000/mobil dan Rp
1.000/motor
Kamis, 29 Januari 2015
Memancing sambil makan lesehan di Rumah Makan Mang Ajo, Karawang
Manciiinggg yuuksssssss! hm,
sebenarnya sih aku tidak terlalu tertarik dengan hobi yang disukai sebagian
besar pria ini. Hari sabtu tanggal 25
oktober 2014 untuk merayakan ulang tahun keponakanku, Adityo kedua orang tuanya
mengajak seluruh keluarga untuk memenuhi salah satu hobinya yaitu memancing. Kami menuju ke Rumah makan dan pemancingan
Mang Ajo yang terletak di Karawang Barat. Letaknya sangat strategis karena
hanya berjarak 500 meter dari keluar pintu tol Karawan Barat 1 ( awaas ..
jangan salah ya! Karawang Barat memiliki dua exit pintu tol dari arah Jakarta
yaitu pintu tol 1 Karawang
Barat/Rengasdengklok, pintu tol 2 Karawang Barat/Kawasan Industri ).
Papan nama dengan tulisan
berwarna merah terdapat pada kiri jalan arah Jakarta dan ditandai dengan
Jejeran mobil sebelum pintu masuk pemancingan, rupanya banyak pengunjung lebih
menyukai parkir di pinggir jalan daripada di dalam. Padahal lahan parkir yang
tersedia cukup luas dan bisa menampung puluhan mobil bahkan bus. Rimbunnya pepohonan juga membuat mobil tidak
langsung terkena teriknya matahari.
Rabu, 28 Januari 2015
Wisata Pulau Batam : Kuil Maha Vihara Duta Maitreya
Hai ... hai .. Jalan – jalan lagi
yuuks! Sebenarnya aku sudah lama
menyimpan beberapa gambar dari salah satu keindahan pulau Batam ini. Di sela – sela bekerja ( hihihi, korupsi waktu dikit lah ya!) aku mampir sebentar ke salah
satu Vihara terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Maha Vihara Duta Maitreya ini merupakan salah satu tempat wisata yang
wajib dikunjungi wisatawan saat berada
di Pulau Batam. Didirikan pada tahun 1991 dengan luas 4.5 hektar. Terletak di kawasan Sei Panas dan berada
tepat di pinggir jalan raya membuat vihara ini terlihat megah dan berdiri
kokoh.
Vihara ini juga di kenal sebagai Kuil
Budha yang tertawa, karena rata – rata patung dewa Maitreya di sini mempunyai
bentuk tubuh tinggi, lebar, telinga padat , perut gendut dengan wajah
tersenyum. Vihara ini mempunyai lahan
parkir luas dengan taman yang dilengkapi dengan sejumlah patung dewa berjejer
rapi. Saat aku tiba, lokasi halaman
sedang direnovasi untuk pemasangan paving blok. Selain patung Dewa Maitreya terdapat patung
Budha Gautama, Amitabha, Satya Kalama, Baisajyaguru dan Dewi Kwan Im yang
berada di sekeliling vihara.
Sabtu, 29 November 2014
Wisata Puncak, Bogor November 2014 : Misteri Telaga Warna
Masih di kawasan
Puncak, Bogor kami juga mampir ke Telaga Warna. Objek wisata ini berada dekat
di sekitar perkebunan teh dan bagian dari kawasan Cagar Alam hutan Gunung Mega
Mendung serta dalam pengawasan Kementrian Kehutanan. Letaknya dekat dengan
restaurant Melrimba Garden. Kendaraan
bisa masuk melalui jalan yang berada di seberang restaurant. Di pintu masuk kami
di kenakan tiket masuk Rp 4.000/orang dan kendaraan Rp 5.000. Awalnya aku
mengira ini merupakan tiket masuk menuju danau tapi ternyata tidaaak ...
hahaha. Tiket ini hanya untuk menikmati keindahan kebun teh bagian lain yang
dinamakan wisata agro Ciliwung. Sama aja sih dengan perkebunan Gunung Mas, hm
... kenapa harus bayar ya? Entahlah! Jalan masuk merupakan jalan beraspal kasar
dengan satu jalur kendaraan yang disisi kiri dan kanan adalah pohon teh dengan
panjang sekitar 500 meter. Oh iya, Jika
tidak membawa kendaraan bisa hiking
melalui jalur perkebunan dan akan berujung di pintu masuk danau.
Wisata Puncak, Bogor November 2014 : Bubur ayam Lapangan
Lapar? Apa lagi yang dilakukan selain makan. Iya kaan ... hihihi! Masih di kawasan Puncak, Bogor, kami mampir ke sebuah warung makan yang terletak di antara Restoran Melrimba Garden dan Mesjid At-Ta’awun. Jika dari arah Jakarta berada di sisi kiri jalan. Warung makan ini tidak terlalu besar namun konsep interiornya cukup unik karena sebagian besar bahan bangunan menggunakan kayu dan bambu. Kusen jendela menggunakan bambu yang dibuat sedemikian rupa dan di tambahkan kaca. Ruangannya sih tidak terlalu luas hanya tersedia empat meja ukuran 5 – 6 orang lengkap dengan kursi plastik dan satu dipan untuk lesehan.

















