Senin, 16 Februari 2015

Wisata Kuliner Bandung : HDL 293 Cilaki



Masih di Bandung,  kali ini ingin mencoba makan seafood. Menurut bisik- bisik tetangga hihihi salah satu yang terkenal dengan kelezatanya adalah HDL 293 Cilaki. Agak aneh ya namanya? Aku juga tidak tahu apa arti dan kepanjangan nama tersebut.  Tempat makan ini ada beberapa cabang di Bandung dan kami memilih yang berada tidak jauh dari hotel yaitu di Jalan Diponegoro.

Entah karena weekend atau memang setiap hari penuh, tiba di sana kami nyaris tidak mendapat tempat. Gila! Penuh  bingitsss. Udah gitu ya, mungkin seluruh karyawan sangat sibuk melayani tamu jadi tak ada satupun yang membantu kami mencari tempat duduk. Padahal kita banyak lho dua belas orang. Setelah adik bungsuku, Chandra muter akhirnya kami berhasil mendapat meja.
Menu di sini menjual aneka jenis seafood seperti ikan, udang, kerang, ayam yang dibuat dengan aneka rasa. Saus tiram, bumbu padang, lada hitam hingga goreng mentega.  Kami lalu memesan sapi lada hitam, cah kangkung, kerang dara, ayam goreng, gurame goreng udang saos padang. Proses menunggu lumayan lama dan sangat crowded ... alias saking banyaknya pengunjung kadang beberapa pelayan salah membawakan menu pesanan.


 
 
 
 
Setelah menunggu sekitar empat puluh menit, pesanan kami muncul satu demi satu. Porsinya ternyata besar hingga cukup untuk dua atau tiga orang.  Hm, jujur saja kenikmatan makanku malam itu sangat terganggu dengan keramaian orang yang wara wiri. Teriakan pesanan dari kanan kiri bahkan bapakku yang memesan nasi goreng dan telur dadar hingga kami selesai makan pesanan tersebut tidak kunjung datang. saking riwehnya aku tidak sempat lagi memfoto semua makanan yang kami pesan. hanya kerang dara goreng inilah yang tersisa hihihi

Mungkin malam itu kami salah memilih waktu karena bertepatan dengan akhir pekan. Tapi secara keseluruhan makanan disini rasanya lezat dengan bumbu yang pas. Porsinya yang besar membuat kami harus membungkus beberapa potong ikan dan kerang yang tidak sempat dilahap.
Oh ya, ada yang menarik di tempat makan ini.  Nomer yang diletakkan diatas meja bentuknya tidak ada yang sempurna. Terdapat patahan di setiap nomernya. Entahlah, itu hanya kebetulan semata atau memang sengaja dibuat patah agar terlihat menarik. 
 
 
Satu lagi, saat aku hendak membayar ke kasir. Disinipun terjadi antrian yang lumayan. Aku harus menunggu lima orang  sebelum sampai di meja kasir. Aku sempat sewot dengan seorang ibu yang bertubuh tinggi besar karena dengan seenaknya dia menyerobot antrian. Sebagai catatan untuk resto ini, mungkin saat akhir pekan harus menambah jumlah karyawan. Kasir yang bertugaspun jangan cuma satu orang jadi tidak terjadi penumpukan saat membayar. Bayangin dong, mau duduk harus antri, nunggu makanan datang antri juga bahkan saat membayar juga harus antri. Hm ... okelaaah :(

Berikut Reviewku
Kebersihan    : Kurang ( mungkin karena malam itu penuh)
Pelayanan      : Sangat Kurang
Makanan        : Enak
Pemandangan : Kurang, karena letaknya di pinggir jalan raya.
Harga              : Sesuai dengan porsinya yang besar

Tidak ada komentar :

Posting Komentar