Minggu, 27 April 2014

Wisata Kota Tua Jakarta : Taman Fatahilah, Museum Sejarah, Museum Wayang, Museum Keramik dan Seni Rupa, Kantor Pos Indonesia


Kami hanya berjalan beberapa menit setelah turun dari Halte Trans Jakarta atau stasiun kota. Petunjuk arah yang bertebaran membuat kemudahan bagi pengunjung yang datang dari luar kota atau manca negara yang ingin berkunjung.




Sekilas tentang sejarah Kota Tua yang aku rangkum dari berbagai sumber ini dibangun pada tahun 1527 atau sekitar abad ke -19 oleh Fatahillah dan diberi nama Jayakarta. setelah hancur di serang oleh VOC pada tahun 1620 pemerintah Belanda membangun kembali dan menjadikan daerah ini sebagai pusat kota.


Taman Fatahillah
Taman ini adalah salah satu objek wisata yang murmer alias murah meriah karena dikelilingi oleh beberapa gedung tua seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Keramik dan Seni Rupa juga Kantor Pos Indonesia.
Kondisi museum yang sedang di renovasi membuat kami tidak bisa masuk, namun keceriaan pengunjung tidak berkurang karena lapangan Fatahillah yang luas dan penuh dengan aneka ragam pertunjukan bisa di jadikan pilihan untuk dinikmati seperti Kuda lumping, sulap, atraksi ular, hingga pantomim. disini juga tersedia penyewaan sepeda ontel dengan warna - warna yang menarik lengkap dengan topi ala khas noni belanda. Tarif sewa sekitar 10-15ribu/30 menit untuk berkeliling sepuasnya. sebaiknya sih di seputaran lapangan saja karena jalan di sekitar lokasi kota tua ini cukup ramai dan padat dengan kendaraan meski di akhir pekan.

 
 









Museum Sejarah Jakarta

Gedung ini lebih dikenal dengan Museum Fatahillah. dulunya digunakan sebagai Balai Kota. di dalam sini terdapat ratusan koleksi peninggalan sejarah seperti  lemari buku, lemari arsip, tempat tidur hingga cermin ukuran sangat besar. Ada juga prasasti, lukisan berbagai tokoh dan macam - macam pedang yang usianya sudah ratusan tahun. Di bagian belakang gedung terdapat taman yang cukup rindang untuk tempat bersntai dan melepas lelah usai berkeliling sambil memandang Meriam Si Jagur dan Patung Dewa Hermes yang disebut sebagai lambang keberuntungan bagi kaum pedagang jaman dulu. Oh iya, di gedung ini juga terdapat penjara bawah tanah tempat Belanda menahan pejuang Indonesia jaman kemerdekaan. Agak menyeramkan karena kondisi penjara yang beratap sangat rendah lengkap dengan rantai pengikat kaki yang disertai bongkahan batu ukuran besar.

Museum Wayang
Di Dalam museum ini ada sekitar lima ribu koleksi wayang yang tidak hanya berasal dari Indonesia saja. ada wayang dari negara Cina, India, Malaysia, Polandia, Suriname, Perancis hingga Rusia. semuanya tersimpan rapi dan diberi label dalam lemari kaca. Wayang tersebut terdiri dari wayang golek, wayang kulit, wayang kaca dan juga wayang seng. tokoh boneka yang serialnya  terkenal di era 80an yakni si unyil juga terdapat disini. Toko souvenir yang menjual gantungan kunci, pajangan, buku maupun pernak pernik tentang wayang dapat dijumpai di depan pintu masuk museum.



Museum Keramik dan Seni Rupa
Gedung ini terletak di sebelah timur museum Fatahillah dan jaman dahulu di gunakan sebagai Gedung Pengadilan Tinggi. di dalam sini terdapat ratusan koleksi keramik, patung, ukiran, pahatan dan benda - benda yang diambil dari kapal yang karam di perairan Indonesia. seluruh koleksi masih dalam keadaan bagus dan utuh tidak ada retak ataupun pecah... keren yaaa .. padahal usianya udah ratusan tahun.
beberapa lukisan dari pelukis ternama seperti Raden Shaleh dan Afandi juga menghiasi dinding museum ini. oh iya harga tiket masuk museum Rp 5.000/orang



Gedung Pos Indonesia
Gedung ini dulunya digunakan oleh Dinas lalu Lintas dan Jalan Raya. Bangunannya masih berciri khas jaman kolonial dengan banyak jendela besar. Gedung dua lantai ini hingga kini masih digunakan sebagai kantor pos untuk wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya.


Cafe dan Tempat Makan
Di sekitar kota tua terdapat banyak Kafe yang bisa kita datangi untuk melepas lapar dan dahaga. tersedia berbagai menu ciri khas Jakarta seperti asinan, bandrek, bajigur, soto betawi hingga kerak telor. terdapat berbagai pilihan kafe dengan berbagai interior seperti Cafe Batavia, Cafe
atau ingin mrnikmati jajanan di sekitar museum? terdapat puluhan penjaja makanan mulai dari sate padang, ketoprak, es potong, lontong jakarta dan berbagai jenis camilan siap saji dengan harga yang sangat terjangkau.





Ada beberapa tips nih jika mau jalan - jalan ke kota tua :
  1. Berangkat lebih awal, secara kalau naik busway arah menuju kesana lumayan padat meski akhir pekan. antrian di tiap halte busway kadang lumayan panjang. hm, belum pernah naik kereta sih tapi kurasa kurang lebih sama.
  2. Bawa payung. musim hujan sebentar lagi menghilang jadi saat siang hari lumayan terik sedangkan tempat berteduh harus berebut dengan pengunjung lain, kecuali kalo mau masuk ke cafe dan resto numpang ngadem yaa ... beli aja es teh manis segelas ... hihihi
  3. Bawa air putih. kawasan ini cukup luas jadi tak heran kita bakal sering - sering merasa kehausan. meski penjual minuman dan makanan bertebaran tapi gak asyik kan saat berada di dalam salah satu gedung harus keluar dulu untuk membeli minuman.
  4. Buat yang cewek lebih baik sih jangan pakai high heels, karena jika ingin berkelliling hingga ke Asemka atau ke jembatan jaraknya masih lumayan jauh.
  5. Bawa kamera. kalo sudah sampai disini apalagi yang dicari selain bernarsis ria. latar belakang gedung - gedung tua yang natural dan alami membuat kita seolah berada pada jaman kolonial. gak perlu kamera mahal kok, pakai kamera hp seperti aku juga gak apa - apa yang terpenting kan kenanganya cyyn ..
  6. Sedia uang receh. disini banyak sekali pengamen yang wara wiri dengan berbagai rupa. ada yang dandananya rapi dan bersih, gimbal ala penyanyi regae, rambut yang di cat warna - warni ala anak punk hingga kelompok akustik yang berisi beberapa orang.

Jadi, begitu deeh ... laporan pandangan (bukan ) empat mataku saat jalan - jalan ... semoga bermanfaat yaaa

Tidak ada komentar :

Posting Komentar