Masih di perjalanan dari Tanjung Uban
menuju Kawasan Lagoi kami mampir ke sebuah Resort yang letaknya di pinggir
laut. Bintan Sayang Resort ini terletak di Jalan Kampung Pasir, Sebong Pereh,
Bintan Utara.
Senin, 14 April 2014
Jumat, 11 April 2014
Wisata Pulau Bintan : Kampoeng Lagoi dan Pasar Oleh - Oleh, Lagoi
Masih di seputaran kawasan Lagoi
terdapat pasar Oleh – Oleh. Pasar ini menjual berbagai macam souvenir ciri khas
seluruh daerah di Indonesia. Sepertinya pasar ini diperuntukan bagi wisatawan manca negara yang
ingin berbelanja saat mereka sedang berkeliling dengan menggunakan mobil atau
sepeda.
Wisata Pulau Bintan : Nirwana Garden, Lagoi
Hai, mari kita jalan – jalan lagihhhhhh
Kali ini kita menuju Pulau Bintan
yang merupakan Pulau terbesar di Kepulauan Riau. Aku dan teman – teman mengunjungi bagian
utara pulau ini yang sangat terkenal bagi wisatawan dalam dan luar negeri yang dikenal dengan Kawasan Lagoi.
Untuk menuju Pulau Bintan kami
menyeberang dari Pelabuhan Telaga Punggur dengan menggunakan kapal Roro atau
Speed Boat. Kapal Roro ini selain
digunakan untuk mengangkut penumpang juga sebagai kapal penyebrang bagi
truk yang membawa hasil bumi atau
sembako ke wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Harga tiket Rp 19.000/orang dengan
lama perjalanan sekitar 50 menit ke Pelabuhan Tanjung Uban.
Selasa, 25 Februari 2014
My Diary : Unforgettable Memories with you
Seperti kata pepatah " Hidup adalah sebuah pilihan" saat memilih jalan yang menurut kita baik, maka yang terjadi selanjutnya Insya Allah akan berakhir dengan baik. begitupun yang terjadi saat aku menuliskan kenangan penuh indah ini.
Tanpa terasa sudah dua tahun aku menjalani hidup sebagai anak rantau. pengalaman yang sudah kuimpikan sejak lama karena ingin merasakan bagaimana hidup, mengatasi masalah dan mengambil keputusan sendiri. Saat Allah memberikan kesempatan, aku sama sekali tidak menyangka jika sampai harus menyebrang samudra yang jaraknya ratusan kilometer dari tanah kelahiranku Jakarta. Ya, Pulau Batam menjadi tempat tinggalku selama dua tahun terakhir. di sini aku bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak dalam managemen building.
Selasa, 04 Februari 2014
Serunya menonton Pesta Rakyat di Batam
Hai guys, Sabtu tanggal 26 Januari 2014 lalu aku dan Dina memenuhi undangan salah satu
pejabat Kepulauan Riau yaitu Wakil Gurbernur Kepri Bapak Soerya Respationo. Hm,
sebenarnya sih nggak diundang secara resmi pake undangan gitu, tapi beliau
secara terbuka mengajak seluruh warga kota
Batam untuk menikmati keramaian dan riuhnya pesta rakyat yang diadakan dalam
rangkaian acara pernikahan putri keduanya, Dwi Ajeng Sekar Respati dengan Anggy
Auliawan.
Kamis, 23 Januari 2014
Traveling to Malaysia : Daratan Merdeka
Saat mengunjungi Central Market atau Pasar Seni, kami
sengaja berjalan kaki melalui Daratan Merdeka atau Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur. Lapangan ini
dibuat untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia. Di area ini berdiri beberapa bangunan tua yang merupakan
peninggalan sejarah sebagai bukti berakhirnya penjajahan Inggris. Sebagian besar gedung tua ini berasitektur
sama bergaya Moghul.
Kamis, 16 Januari 2014
Traveling to Malaysia : Menara Petronas
Setelah puas
berbelanja dan berkeliling ke Central Market atau Pasar Seni kami melanjutkan
perjalanan menuju Menara Petronas. Dari halte MRT Pasar Seni kami membeli tiket
menuju KLCC. Perjalanan hanya di tempuh dalam hitungan menit hingga kami sampai di halte KLCC. Menara KLCC
berada di Jalan Ampang dan Jalan Chulan yang merupakan pusat Kuala Lumpur. Menara ini pernah menjadi salah
satu bangunan tertinggi di dunia dan memiliki ketinggian hampir 452 meter
diatas permukaan tanah dengan 88 tingkat. Luas bangunan sekitar 341.760 meter
dengan arsitektur menawan yang menjadi tujuan para wisatawan.
Senin, 13 Januari 2014
Traveling to Malaysia : Central Market
| Pintu masuk |
Hari ini kami
mengunjungi Central Market atau Pasar Seni.
Sebenarnya jika di tempuh menggunakan kereta komuter atau LRT tempat ini tidak begitu jauh dari Halte
Mesjid Jamek tempat pemberhentian menuju
hotel. Kami memilih menyusuri jalan bagian belakang untuk menikmati keindahan kota. Jarak tempuh yang lumayan jauh
sebenarnya membuat kaki pegal namun itulah seninya traveling.
Central Market
letaknya berdekatan dengan China
Town Petailing Street dan Sungai Wang. Pasar ini
dibuka setiap hari dari jam 10.00 – 22.00. Sejarah Pasar ini dimulai dari tahun
1888 saat Inggris menduduki Malaysia
dan membangun pasar tradisional bagi masyarakat di sekitar Kuala Lumpur. Pasar ini dulunya menyediakan
berbagai macam kebutuhan sehari – hari mulai dari sembako hingga kebutuhan
sekunder. Di tahun 1957 saat Malaysia
berhasil merdeka dari Inggris langsung mengalami kemajuan dalam membenahi kota Kuala Lumpur. Awalnya Central Market sempat ingin dibongkar
oleh pemerintah namun protes dari Malaysia Heritage Society membuat petisi dan
berhasil menggagalkan rencana tersebut. Akhirnya Central Market di tetapkan
sebagai salah satu situs bersejarah.
| suasana riuh di pintu masuk |
Bangunan
Central Market berwarna biru muda disertai tulisan Central Market Since
1888. Halaman parkir ini tidak seberapa
luas namun cukup rapi. Di bagian kanan tampak tenda – tenda pedagang yang
berjualan sepatu atau baju. Masuk ke dalam suasana lebih riuh karena kami
bertemu dengan segerombolan anak sekolah yang sepertinya sedang study tour
karena mereka terlihat sibuk mengatur tugas.
| Meja informasi |
Meja informasi
yang di jaga oleh dua orang petugas terdapat di depan pintu masuk. Di sini kami
bisa mendapatkan peta kota Kuala
Lumpur dan Jalur MRT atau bus untuk berkeliling kota. Petugas yang sepertinya berkebangsaan India
menerangkan dengan bahasa melayu
beberapa jalan dan tempat yang belum kami pahami. Melihat toko yang menjual beragam souvenir
membuat kami tidak sabar lagi untuk segera mencari oleh – oleh. Harga disini jauh lebih murah daripada di
toko souvenir saat di genting highlands. Contohya 1 paket gantungan kunci isi lima bisa dibeli seharga
RM 10 dengan kualitas yang cukup bagus. Tempelan kulkas isi tiga seharga RM 10.
Patung unik dan miniatur menara petronas berukuran mini seharga RM 15. Boneka –
boneka lucu, dompet koin, pensil hingga kipas tangan dijual mulai dari RM 10.
| Toko menjual pernak pernik |
| Suasana di dalam pasar |
Kami menyusuri
lebih dalam dan mendapati banyak toko yang menjual hijab berbagai warna dan
bentuk. Toko yang menjual pakaian melayu, modern hingga batik. Hmm … batik
disini coraknya tidak berbeda jauh dengan batik milik Indonesia. Suasana yang nyaman,
rapi dan bersih serta pendingin yang cukup membuat kami betah berlama – lama
untuk bernegosiasi dengan para pedagang. Awalnya aku ingin membeli beberapa
coklat yang biasanya di impor untuk di jual di mall seputaran Batam namun
setelah menghitung dengan kurs rupiah yang berlaku saat itu nilainya ternyata
sama. Akhirnya aku hanya membeli beberapa batang saja sebagai camilan di
perjalanan.
| suasana dalam pasar |
Jumat, 10 Januari 2014
Traveling to Malaysia : Genting Highlands
Jalan – jalan
kali ini aku dan teman – teman berkunjung ke negeri Jiran, Malaysia. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah
Genting Highlands alias Dataran Tinggi Genting. Kalo di Indonesia semacam
daerah Puncak – Cisarua kali ya. Untuk menuju
Genting kami harus naik bus melalui terminal Pudu Raya. Terminal ini terletak
di Jalan Pudu bersebelahan dengan kawasan China Town.
Terminal ini belum lama di renovasi dan berubah menjadi tempat yang cukup mewah
untuk ukuran sebuah terminal bus.
Kebayang dong sebuah terminal bus
terdiri dari tiga lantai dan di lengkapi AC juga karpet lantai. Platform juga
terpisah seperti saat akan naik pesawat. Tempat pembelian tiket yang dingin,
berkarpet merah dengan loket yang rapi dan bagus mengingatkan kami jika ingin
membeli tiket menonton di bioskop 21.
Jumat, 06 Desember 2013
Wisata Pantai Melur, Pulau Galang
Main ke pantai lagi yuukssss ……
Pantai kali ini adalah Pantai
Melur, Pulau Galang yang terletak di Jembatan 5 Barelang. Pantai ini hanya
berjarak satu kilometer dari Kampung Vietnam
dan jaman dahulu sempat di lalui para pengungsi dari Vietnam kala konflik perang saudara
di negara tersebut meletus. Masyarakat pulau Galang menyebut pengungsi Vietnam dengan
sebutan “ Manusia Perahu”.






