Jumat, 30 Januari 2015

Wisata Pulau Batam : Hutan Wisata Bukit Mata Kucing



Jalan – Jalan ke hutan? Di Batam ada juga looh hutan wisata yang bisa didatangi untuk rekreasi bersama teman dan keluarga yang dinamakan Hutan Wisata Bukit Mata Kucing, Hutan lindung seluas kurang lebih 200 hektar ini terletak di Jln. R.suprapto, Kecamatan Batu Aji, Batam. Tempat ini dibuka setiap hari mulai jam 08.00 – 18.00 Wib dengan Harga Tiket Masuk  Rp 10.000/Dewasa, Rp 5.000/anak-anak. Sedangkan untuk biaya parkir dikenakan Rp 2.000/mobil dan Rp 1.000/motor

 
 



Hutan wisata ini di tumbuhi ratusan jenis tanaman dan pohon diantaranya Mahkota Dewa, Pakis dan Pasak Bumi.  Di dekat pintu masuk terdapat kantin mini yang menjual aneka jenis makanan dan minuman juga mushola. Bagian sisi kanan kita dihadapkan pada jalan yang disediakan untuk jungle tracking bagi pengunjung yang penasaran ingin menjelajah hutan. Aku?hm, sepertinya harus berpikir tujuh kali dulu deh ... secara aura dari tempat ini agak menyeramkan. Pohon – pohon besar yang tinggi menjulang seolah ingin melumat siapapun yang berada di dalamnya. Tapi itu menurutku aja looh, bagi yang suka kegiatan adventure pasti akan jadi tantangan tersendiri.
 
 Bagi yang takut Jungle Tracking, pengelola menyediakan taman bermain yang dilengkapi aneka permainan untuk anak – anak.  Di beberapa tempat terdapat gazebo aneka ukuran dari yang kecil, sedang hingga besar untuk pengunjung duduk dan beristirahat.  Nah, yang unik nih! Di bagian sudut hutan tersebar tempat duduk lengkap dengan payungnya yang berbentuk jamur. Karena letaknya itu rata – rata yang menikmati adalah muda mudi yang pacaran ...ups!.  Secara gitu ya, agak tersembunyi dan terhalang aneka tumbuhan di sekelilingnya. Penunjuk jalan tersebar  hingga tidak perlu takut nyasar karena luasnya hutan. 
 
 
tempat duduk bentuk jamur
 Hutan wisata ini juga dilengkapi kebun binatang mini. Terdapat puluhan jenis hewan yang berada dalam kandang. Beberapa jenis kera, siamang, buaya, kucing hutan, beruang, ular dan aneka unggas seperti bebek, ayam dan burung.  Sayangnya, ada sejumlah kandang yang sepertinya tidak layak pakai dan kurang dijaga kebersihanya. Aku jadi merasa kasihan dengan hewan yang berada di dalamnya. Disini juga disediakan counter penjualan makanan untuk hewan, hingga pengunjung bisa berinteraksi langsung saat memberikan makanan. 
 
 

 
 
Masuk lebih ke dalam terdapat sebuah goa. Menurut cerita Pak Abas, teman yang membawaku ke tempat ini ada cerita mistis tentang itu. Jaman dahulu ada seorang gadis yang hilang secara misterius saat melintas di depan hutan. Paranormal mengatakan gadis tersebut diculik untuk dijadikan putri dalam kerajaan yang terdapat di dalam hutan. Jasad si gadis menurutnya berada di dalam goa. Penduduk menelusuri hutan dan mencari ke dalam goa dan menemukan jasadnya dalam keadaan mengerikan. Hm, agak horor ya! 
goa mistis
Lanjut lagi deh masuk ke dalam terdapat kolam ikan berukuran besar. Kolam ini menampung aneka jenis ikan seperti Ikan lele, mas, aligator, catfish hingga arwana. Satu lagi nih cerita mistis ... hahaha, banyak benar ya cerita mistisnya. Di dalam kolam ini terdapat ikan arwana berukuran raksasa dengan panjang lebih dari satu meter. Jika pengunjung bisa melihat ikan itu melintas atau muncul di permukaan maka akan mendapat keberuntungan. Hampir setengah jam berada di sana aku tidak juga bertemu dengan sang ikan. Ketemunya justru beberapa pasangan yang duduk di sepanjang pinggiran kolam. Selain tempat duduk terdapat juga gazebo – gazebo kecil bagi yang ingin beristirahat seraya menikmati percikan air kolam. Disini juga menjual makanan ikan seharga Rp 5.000/bks bagi pengunjung yang ingin melihat aneka jenis ikan yang langsung berkerumun saat dilempar makanan.
Selain kolam ikan disini juga terdapat kolam buaya dan kolam renang. Kolam renang terdapat pada bagian belakang dan lumayan besar. Sayangnya, aku datang saat hari kerja jadi kolam sedang dibersihkan untuk digunakan ketika akhir pekan. 
kolam ikan beraroma mistis
gedung pemeliharaan kolam
Begitulah jalan – jalanku ke Hutan Wisata Bukit Mata Kucing. Hutan ini pasti akan lebih indah jika pengelola lebih merawat dengan rutin membersihkan sampah dan kandang hewan. Di beberapa tempat tampak rumput liar dan sampah yang berserakan. Bangunan yang sudah cukup tua tampaknya membutuhkan perawatan lebih seperti renovasi disana sini dan pengecatan ulang.
mejeng dikiiit aaahh


1 komentar :